Sport

Andi Prasetyo: Inkonsisten Jadi Masalah Pacific Caesar Surabaya

Jakarta (KABARIN) - Asisten Pelatih Pacific Caesar Surabaya Andi Prasetyo performa yang tidak stabil menjadi masalah tim sehingga sulit memenangkan pertandingan Indonesian Basketball League (IBL) 2026.

Menurut dia, masalah itu terbukti saat Daffa Dhoifullah dan kawan-kawan kalah telak 68-93 melawan Kesatria Bengawan Solo di GOR Pacific Caesar, Kota Surabaya, Jawa Timur, Minggu malam.

"Kami harus mengakui keunggulan KBS, terutama di kuarter kedua dan ketiga, jadi dua kuarter itu menjadi kunci dari hasil pertandingan," kata Andi.

Pacific Caesar kehilangan ritme permainan sejak kuarter kedua hingga ketiga, yang dimanfaatkan lawan untuk memperlebar keunggulan melalui transisi cepat dan efektivitas serangan.

Andi mengatakan kesalahan sendiri menjadi persoalan yang berulang, khususnya saat bertahan.

Sejumlah turnover membuat lawan mudah mencetak poin melalui fastbreak, sementara akurasi tembakan jarak jauh juga menurun dibandingkan pertandingan sebelumnya.

Andi menyatakan timnya masih harus memperbaiki fokus bertahan agar mampu menjaga stabilitas permainan sepanjang laga.

Evaluasi tersebut menjadi prioritas menjelang pertandingan berikutnya, karena tim tidak ingin terus berada dalam tren negatif.

Pemain Pacific Caesar Gregorio Claudie Wibowo menambahkan, masalah ofensif turut memengaruhi performa tim secara keseluruhan, terutama ketika tembakan tiga angka tidak berjalan sesuai rencana.

"Karena kami benar-benar sudah mentok banget. Ketika tembakan tiga angka tidak jalan, pasti kami tak berkutik di serangan," ujar dia.

Kesatria Bengawan Solo membukukan 20 poin lebih pada setiap kuarter. Sementara Laska Kenjeran, masing-masing hanya mencetak 14 dan 11 poin, pada kuarter kedua dan ketiga, sehingga selisih (margin) skor akhir cukup jauh yakni 93-68 untuk kemenangan tim tamu.

Hasil laga penutup pekan kelima IBL 2026 itu membuat Kesatria Bengawan bercokol di peringkat kedelapan klasemen IBL.

Skuad asuhan Anthony Garbelotto itu mengemas 10 poin dengan rekor laga 2-6 (menang-kalah). Sedangkan Pacific Caesar Surabaya berada di dasar klasemen dengan rekor laga 0-8.

Pewarta: Donny Aditra
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: